Jumat, 16 Juni 2017

Softskill Akuntansi Internasional minggu ke empat



TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-10
Judul:
Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi Manajemen Kualitas Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Konstruksi di Kota Padang)
Volume & Halaman:
-
Tahun:
Juli 2013
Penulis:
Gani Abdel Majed
Tema : 
Perencanaan dan Pengendalian Manajerial

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh yang signifikan antara sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan serta untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh yang signifikan antara implementasi manajemen kualitas terhadap kinerja perusahaan.
Metode Penelitian
Penelitian ini tergolong kepada penelitian kausatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan konstruksi di kota Padang yang tergabung ke dalam Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Padang dan menggunakan total sampling atau sampel secara keseluruhan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data subjek. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji asumsi klasik.
Variabel Penelitian
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kinerja Perusahaan (Y). Sedangkan, yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah Sistem Pengendalian Manajemen (X1) dan Implementasi Manajemen Kualitas (X2). 
Hasil Penelitian
Hasil analisis data penelitian dengan menggunakan uji model yang pertama yaitu uji F menunjukkan hasil sebesar 107,452 yang signifikan pada 0,000. Jadi hitung tabel F > F dengan nilai signifikansi yaitu 0.000 > 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Nilai Adjusted R Square atau uji koefisien determinasimenunjukkan sebesar 0,775. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja perusahaan 77,5% dapat dijelaskan oleh sistem pengendalian manajemen dan implementasi manajemen kualitas. Sedangkan sisanya sebesar 22,5% ditentukan oleh faktor lain yang tidak terdeteksi dalam penelitian ini.
Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan nilai konstanta sebesar 2,988 mengindikasikan bahwa: jika variabel independen yaitu Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi Manajemen Kualitas tidak ada atau nol, maka nilai Kinerja Perusahaan adalah sebesar 2,988. Koefisien Sistem Pengendalian Manajemen sebesar 0.301, dimana setiap peningkatan Sistem Pengendalian Manajemen sebesar satu satuan, akan mengakibatkan peningkatan kinerja perusahaan sebesar 0,301 dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien Implementasi Manajemen Kualitas sebesar - 0.028, dimana setiap peningkatan peran Implementasi Manajemen Kualitas sebesar satu satuan, akan mengakibatkan penuruna.
Kesimpulan
Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan sedangkan implementasi Manajemen Kualitas tidak berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan.

Sumber:
ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/download/983/710

TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-11
Judul:
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi Di BEI
Volume & Halaman:
Vol. 4 - No. 3
Tahun:
Maret 2015
Penulis:
Yohanes Prianto
Tema : 
Manajemen Resiko Keuangan

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja keuangan dalam perusahaan seperti current ratio, total asset turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price earning ratio berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan telekomunikasi dan menganalisis variabel current ratio, total asset turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price earning ratio yang memiliki pengaruh dominan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi.
Metode Penelitian
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 6 perusahaan telekomunikasi dengan periode pengamatan selama tahun 2009 – 2013. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari Bursa Efek Indonesia dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.
Variabel Penelitian
Variabel dependen: current ratio (CR), total asset turn over (TATO), debt to equity ratio (DER), return on investment (ROI), price earning ratio (PER).
Variabel Indenpenden: Harga Saham
Hasil Penelitian
Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Uji Goodness of Fit atau Uji Kelayakan modal dengan koefisien determinasi menunjukkan hasil R2 sebesar 0,584 atau 58.4%. Sedangkan koefisien korelasi berganda ditunjukkan dengan R2 sebesar 0.764 atau 76.4% yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap harga saham memiliki hubungan yang kuat.

Hasil uji F menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,000, dengan demikian model yang digunakan dalam penelitian layak dan dapat dipergunakan analisis berikutnya.

Hasil uji asumsi klasik, pada uji normalitas tabel One Sample Kolmogrov-Smirnov Test menunjukkan tingkat signifikan sebesar 0,8 (Asymp. Sig > α) yang menunjukkan variabel dalam penelitian ini memenuhi uji normalitas. Lalu pada uji multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel bebas memiliki nilai tolerance mendekati angka 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari angka 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi ini. Sedangkan pada uji autokolerasi menujukkan nilai DW sebesar 1,709, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokolerasi.

Hasil uji regresi linier berganda yang digunakan untuk melakukan pendugaan atau taksiran variasi nilai suatu variabel terikat menunjukan nilai pada masing-masing variabel yaitu: Koefisien regresi current ratio (b1) sebesar 2,295, Koefisien regresi total asset turn over (b2) sebesar 70,450, Koefisien regresi debt to equity ratio (b3) sebesar -0.565, Koefisien regresi return on investment (b4) sebesar 69,810, Koefisien regresi price earning ratio (b5) sebesar -2.696 dan konstanta sebesar 826,866.  

Hasil uji hipotesis dari uji t menunjukan, pengaruh variabel current ratioterhadap perubahan harga saham menunjukkan bahwa nilai t sebesar 0,228 dengan signifikan sebesar 0,822. Untuk variabel debt to equity ratiomenunjukkan nilai t sebesar -0,161 dengan signifikan sebesar 0,874. Sama halnya dengan variabel return on investment dan price earning ratio yang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t masing-masing sebesar 1,224 dan -0,75 dan nilai signifikansi 0,233 dan 0,46.
Kesimpulan
Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabilitas variabel perubahan harga saham dapat dijelaskan oleh variabilitas Current Ratio (CR), Total Asset Turn Over (TATO), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER).
Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment(ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat diartikan bahwa Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan atas pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak mempengaruhi harga saham. Sedangkan variabel Total Asset Turn Over(TATO) berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat diartikan bahwa Total Asset Turn Over dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan atas pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Total Asset Turn Over(TATO) mempengaruhi harga saham.
Melihat dari hasil koefisien determinasi parsial menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh yang dominan terhadap harga saham adalah Total Asset Turn Over (TATO) yang memiliki nilai koefisien determinasi parsial paling tinggi dibandingkan dengan variabel lainnya menunjukkan kemampuan
perusahaan telekomunikasi dalam menggunakan asset operasional untuk menghasilkan penjualan. Dengan Total Asset Turn Over yang tinggi akan sangat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan telekomunikasi.

Sumber:



TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-12
Judul:
PENGARUH TRANSFER PRICING TERHADAP PERENCANAAN PAJAK BAGI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Volume & Halaman:
-
Tahun:
-
Penulis:
Tri Marta Chandraningrum
Tema : 
Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh Trasnsfer Pricing terhadap perencanaan pajak bagi perusahaan multinasional.
Metode Penelitian
 -
Variabel Penelitian
 Variabel dependen : Perencanaan Pajak
Variabel Independen : Transfer Pricing
Hasil Penelitian
Perusahaan multinasional memiliki keunggulan tertentu atas perusahaan yang murni domestic karena fleksibilitas geografis lebih besar dalam menentukan lokasi produksi dan sistem distribusi. Perusahaan multinasional dapat menggunakan transfer pricing yang lebih renah dari arm’ length price untuk tujuan mengefisienkan beban pajak atau menggunakan harga yang lebih tinggi dari arm’s length priceBanyak permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan multinasional dalam perencanaan perpajakannya yang berbeda dengan yurisdiksi pajaknya. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perusahaan multinasional memecah-mecah penghasilan dan biaya yang dialokasikan di berbagai yurisdiksi untuk menghindari adanya pajak berganda, melalui perjanjian penghindaran pajak berganda.
Penghindaran pajak berganda dapat dihindari dengan:
1.      Penghasilan 11 yang dikenakan sebaiknya hanya satu negara saja;
2.      Perhitungan untuk kredit pajak dapat dilakukan dengan pajak yang terutang. Pajak berganda dapat dikurangi dengan banyak berbagai cara melalui kredit pajak (tax credit), perjanjian perpajakan (tax treaties), surga pajak (tax heavens), pengecualian pajak (tax exemption) dan prinsip penangguhan (the deferral principle).

Terdapat dua tujuan dari transfer pricing yaitu performance evaluation dan Optimal Determination of taxes. Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai factor, yaitu apabila suatu Negara mengalami tingkat investasi rendag, maka tariff pajak Negara tersebut juga rendah. Tetapi jika sebuah negara mengalami tingkat investasi yang tinggi, yang dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan badan usaha yang semakin meningkat. Dasar inilah tarif pajak yang ditetapkan di negara yang bersangkutan tinggi.

Menurut perusahaan multinasional, transfer pricing adalah alat yang sering digunakan untuk memobilisasi laba rugi. Sebab akan menjadi dasar pertimbangan untuk memilih metode tersebut karena prinsip tersebut menepatkan perusahaan dari satu grup dalam kondisi yang sama dengan perusahaan yang independen sehingga faktor yang menguntungkan ataupun yang merugikan dapat dihilangkan.
Kesimpulan Penelitian
Praktek transfer pricing dalam perusahaan multinasional ini adalah cara yang bertujuan utuk menekan pajak yang nantinya perusahaan dapat menghemat pajak dengan merelokasikan penghasilan global yang low tax countries dan menggeser bebas dalam jumlah besar ke dalam big tax countries. Pengaruh transfer pricing juga harus memperhatikan undang-undang perpajakan dalam hal menentukan harga transfer.
Terdapat tiga metode yang sering digunakan sebagai dasar penetapan transfer pricing, yaitu:
a.       Penentuan harga transfer atas dasar biaya (Cost Based Transfer pricing);
b.      Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar (Market Based-Transfer pricing);
c.       Negosiasi (Negotiated Transfer pricing).
Untuk arm’s length price wajib pajak dengan otorisasi pajak harus melakukan penyesuaian harga tranasfer, yang dikenal dengan kesepakatan transfer pricing. Transfer pricing dilakukan berdasarkan harga pasar yang tidak memiliki implikasi perpajakan, apabila tidak menggunakan harga pasar maka umumnya akan terjadi pemindahan penghasilan. Dengan adanya pemindahan penghasilan tersebut maka pajak yang dibayar secara keselurahan akan lebih rendah. Sehingga, total laba pajak secara keseluruhan akan lebih besar dibanding kalau perusahaan tidak menggunakan transfer pricing

Sumber:

Softskill Akuntansi Internasional minggu ke tiga



TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-7

Judul:
Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Manajemen Risiko dan Manajemen Modal Kerja Terhadap Return Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Listing Di BEI
Tahun 2010-2013)
Volume & Halaman:
Vol. 15 - No. 1
Tahun:
April 2015
Penulis:
Dwian Wahyu Prabawa dan Fitri Lukiastuti
Tema : 
Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan perusahaan, pengaruh manajemen risiko dan pengaruh dari manajemen modal kerja.
Metode Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Pengolahan data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi dan selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan dengan bantuan program SPSS 19.0 for windows.
Variabel Penelitian
Variabel dependen yang berupa return saham dan variabel independen yaitu kinerja keuangan.
Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini, nilai Kolmogorov-Smirnov dengan nilai 0,772 dimana hasil ini menunjukkan tingkat signifikansi diatas α= 5% atau 0,05 hal ini menunjukkan bahwa data yang ada pada semua variabel yang digunakan terdistribusi secara normal.
Koefisien Determinasi yang menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen hasilnya sebesar 0.421 atau 42.1%, sedangkan 57.9% nya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar model yang digunakan dalam penelitian.
Hasil analisis regresi dapat diketahui bahwa secara simultan variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen yaitu return saham, dengan nilai F hitung sebesar 4.760 dan nilai signifikansi sebesar 0.002.
Hasil pengujian masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen terlihat bahwa Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment (ROI) dan Total Asset Turn Over (TATO) memiliki pengaruh terhadap return saham. Sedangkan variabel Current ratio (CR), interest rate (ir), dan Cash Conversion Cycle (CCC) tidak memiliki pengaruh terhadap return saham.
Kesimpulan
Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi. DER berbanding terbalik dengan return saham.
Return on Investmen (ROI) berpengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi. Hasil penelitian yang signifikan antara ROI dan return saham disebabkan oleh hubungan yang positif antara tingkat rasio ROI dengan return saham.
Current Ratio (CR) tidak memiliki pengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi, dikarenakan CR merupakan indikasi yang menunjukkan mengenai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Total Asset Turn Over (TATO) memiliki pengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi.
Interest rate (ir) tidak memiliki pengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi. Tidak adanya pengaruh antara ir dan return saham dikarenakan tingkat bunga yang tinggi merupakan sinyal positif bagi investor untuk membeli sejumlah saham yang dikeluarkan emiten.
Cash Conversion Cycle (CCC) tidak memiliki pengaruh terhadap return saham perusahaan telekomunikasi. Tidak adanya pengaruh positif antara CCC dan return saham dikarenakan investor tidak mengambil keputusan investasi mereka dengan melihat nilai CCC.

Peran Manajer dalam suatu perusahaan sangat penting untuk terus menjaga kinerja perusahaan agar profitabilitas yang diperoleh perusahaan terus meningkat dan membawa kesejahteraan baik untuk perusahaan, karyawan maupun investornya yang dalam hal ini adalah masyarakat Indonesia.

Sumber Jurnal:
http://ijm.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2015/07/1-Analisis-Pengaruh-Kinerja-Keuangan-Manajemen-Risiko-dan-Manajemen-Modal-Kerja-Terhadap-Return-Saham-Studi-Kasus-Pada-Perusahaan-Telekomunikasi-Yang-Listing-Di-BEI-Tahun-2010-2013.pdf




TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-8
Judul:
Konvergensi IFRS : Dampaknya Pada Bisnis, Perbankan, Pendidikan, dan Profesi Akuntansi
Volume & Halaman:
-
Tahun:
-
Penulis:
Intiyas Utami
Tema : 
Standar Audit dan Akuntansi Global

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh Konvergensi IFRS kepada bisnis, perbankan, pendidikan dan profesi akuntansi.
Metode Penelitian
-
Variabel Penelitian
-
Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan IFRS mempunyai pengaruh terhadap kinerja suatu perusahaan karena perusahaan cross border listing dapat menarik investor asing. Akses pendanaan internasional akan lebih mudah karena laporan keuangan mudah dikomunikasikan ke investor global. Dampak lain adalah meningkatnya relevansi laporan keuangan karena lebih banyak menggunakan fair value. Namun di sisi lain, kinerja keuangan (laba) akan menjadi fluktuatif karena harga pasar fluktuatif. Sedangkan pada kasus PT Bank Mandiri penerapan IFRS akan membawa dampak pada laporan keuangan perbankan karena penggunaan fair value pada instrumen keuangan perbankan di sisi aset neraca dan liabilitasnya, hal ini kana mempengaruhi volatilitas laba. Penerapan IFRS akan memaksa bank menggunakan data statistik untuk proses penghitungan penyisihan aktiva produktif yang sebelumnya hanya berdasarkan kolektibilitas. Selain itu perubahan sistem informasi akuntansi di bank, memerlukan biaya yang mahal dan kesiapan sumber daya manusia dalam memahami dan mengimplementasikan IFRS di bidang perbankan.

Penggunaan IFRS dalam praktik akuntansi perusahaan berdampak pada perguruan tinggi khususnya pendidikan akuntansi sebagai penyedia tenaga akuntan. Materi yang diajarkan tidak lagi berbasis US GAAP namun sudah berbasis IFRS.

Bagi Ikatan Akuntan Indonesia sebagai lembaga profesi, dengan mengadopsi penuh IFRSlaporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Proses adopsi dalam rangka konvergensi IFRS dilakukan dapat melalui dua macam strategi yaitu big bang strategy dangradual strategyBig bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju. Sedangkan padagradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap.
Kesimpulan Penelitian
1.       Konvergensi IFRS diselenggarakan dalam rangka meningkatkan komparabilitas laporan keuangan antar negara di dunia sehingga diharapkan dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan para pengguna laporan keuangan. Dalam mengembangkan kerangka konseptual perbedaan mendasar IFRS yang disusun IASB dengan U.S GAAP yang disusun FASB adalah perbedaan tujuan, yaitu menurut FASB untuk pelaporan keuangan dan focus utama nya investor dan kreditur, FASB mengutamakan pada pengukuran berbasis historical cost sehingga meningkatkan reliabilitas dan mengorbankan relevansi. Sedangkan IASB adalah untuk laporan keuangan, IASB tidak secara spesifik menyebut satu kelompok tertentu. Karakteristik kualitatif, IASB mengutamakan pengukuran berbasis fair value sehingga meningkatkan relevansi dan menurunkan reliabilitas.
2.       Penggunaan IFRS berdampak pada bisnis karena manajemen dapat meningkatkan manajemen laba karena pada saat pergantian standar beresiko untuk menurunkan laba, sehingga kinerja manajer akan nampak buruk.
3.       Dampak IFRS pada perbankan dapat dilihat bahwa perbankan dalam perhitungan aset dan kewajibannya pada tahap awal pergantian standar akan mengalami turunnya laba. Namun demikian, penerapan IFRS yang konsisten akan menguntungkan bank dalam jangka panjang.
4.       Pada pendidikan akuntansi, adanya IFRS ini mendorong program studi Akuntansi memasukkannya dalam mata kuliah dan pengajar aktif mengikuti berbagai pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga profesi maupun meningkatkan kompetensi.
5.        Bagi lembaga profesi akuntan, Kantor Akuntan Publik big four sudah menyiapkan berbagai materi IFRS di website mereka dan perlu sering meningkatkan kompetensi akuntannya melalui berbagai workshop dan seminar.

Sumber:


TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-9
Judul:
Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility, Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan pada Perusahaan Perkebunan yang Go Public di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Volume & Halaman:
-
Tahun:
-
Penulis:
Cecilia, Syahrul Rambe, dan M. Zainul Bahri Torong
Tema : 
Analisis Laporan Keuangan Internasional

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh corporate social responsibility, profitabilitas dan ukuran perusahaan baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perkebunan yang go public di Indonesia pada periode 2012-2014, serta untuk mengetahuiperbedaannya antara perusahaan perkebunan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah metode purposive sampling dan menggunakan jenis penelitian kausal atau asosiatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, sedangkan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan periode 2012-2014 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia (www.idx.com),  Bursa Malaysia (www.bursamalaysia.com),  dan Singapore Stock Exchange (www.sgx.com). Populasi dalam penelitian ini berjumah 64 perusahaan perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Bursa Malaysia, dan Singapore Stock Exhange pada periode 2012-2014 dengan rincian 16 perusahaan di BEI, 40 di Bursa Malaysia, dan 8 perusahaan di SGX. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic deskriptif dan metode analisis data yang digunakan adalah analisis liner berganda (multiple linear regression).
Variabel Penelitian
Variabel Dependen : Nilai Perusahaan
Variabel Independen : Corporate Social Responsibility (CSR), Profitabilitas dan Ukuran Perusahaan.
Hasil Penelitian
Penelitian ini menggunakan pengujian data deskriptif yang menunjukkan jumlah data (N) pada penelitian sebanyak 14 perusahaan di Indonesia.Berdasarkan grafik histogram menunjukkan pada hasil uji statistic non-parametrik nilai K-S sebesar 0.993 sehingga dapat dinyatakan bahwa data terdistribusi normal.

Pengujian heteroskedastisitas menunjukkan bahwa tidak ada pola yang jelas, titik menyebar dibawah 0 pada sumbu Y, hal ini berarti tidak terjadinya heterokedastisitas pada metode ini.

Koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai Adjusted R Square yaitu sebesar 0,75 atau sebesar 75%. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen (CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan) mampu menjelaskan variasi yang terjadi pada nilai perusahaan sebesar 75% sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Berdasarkan pengolahan data pada persamaan regresi,dengan uji secara parsial (uji t), maka hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan di Indonesia dengan signifikasi sebesar 0,506 dan nilai t hitung sebesar -0,689. Hal ini diakibatkan karena investor di Indonesia cenderung membeli dan menjual saham tanpa memperhatikan keberlangsungan hidup perusahaan dalam jangka panjang. Maka hipotesis ditolak.

Profitabilitas sebagai variabel independen yang diproksikan melalui ROE menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dan positif terhadap nilai perusahaan di Indonesia, terbukti dengan signifikasi sebesar 0,000 dan nilai t hitung sebesar 5,783 . Artinya dengan meningkatnya ROE akan mampu meningkatkan nilai suatu perusahaan. Semakin besar profitabilitas suatu perusahaan (ROE) memberikan indikasi prospek perusahaan yang baik karena adanya potensi peningkatan keuntungan yang diinvestasikan oleh pemegang saham untuk mendapatkan pertumbuhan laba sehingga dapat memicu investor untuk membeli saham. Maka hipotesis diterima.

Ukuran perusahaan secara statistik terbukti berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaandengan signifikasi sebesar 0,644 dan nilai t hitung sebesar -0,476. Hal ini menunjukkan bahwa investor ataupun calon investor tidaak memperhatikan ukuran suatu perusahaan seperti berapa besar aset yang dimiliki perusahaan. Melainkan lebih memperhatikan profitabilitas perusahaan sehingga para investor dapat memperoleh dividen yang tinggi. Maka hipotesis ditolak.

Uji statistik-F menunjukkan hasil seluruh variabel independen secara serempak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai signifikansi 0,001.

Berdarkan uji beda yaitu One-sample test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan terhadap perusahaan perkebunan antara di Indonesia, Malaysia, dan Singapura yang terlihat pada besar signifikansi 0,000. Hal ini diakibatkan karena perbedaan letak geografis, kultur budaya, sosial, ekonomi, dan politik serta regulasi di masing-masing negara.

berdasarkan analisis statistik deskirptif pada tabel 9, 10, dan 11 pada masing-masing negara menunjukkan bahwa pengungkapan CSR dengan rata-rata dan nilai tertinggi yaitu sebesar 0,4520 dan 0,66 pada perusahaan di Singapura. Sedangkan rata-rata CSRDI terendah dan nilai terendah ialah 0,3391 dan 0,00. Pada variabel ROE, Indonesia memperlihatkan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,993 dan nilai tertinggi sebesar 0,24 oleh Singapura.
Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa secara parsial, CSR berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap nilai perusahaan. Sedangkan secara simultan menunjukkan bahwa CSR, profitabilitas, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pengaruhcorporate social responsibility¸profitabilitas, dan ukuran perusahaan antara di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Sumber: