Jumat, 16 Juni 2017

Softskill Akuntansi Internasional minggu ke empat



TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-10
Judul:
Pengaruh Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi Manajemen Kualitas Terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Konstruksi di Kota Padang)
Volume & Halaman:
-
Tahun:
Juli 2013
Penulis:
Gani Abdel Majed
Tema : 
Perencanaan dan Pengendalian Manajerial

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh yang signifikan antara sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja perusahaan serta untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh yang signifikan antara implementasi manajemen kualitas terhadap kinerja perusahaan.
Metode Penelitian
Penelitian ini tergolong kepada penelitian kausatif. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan konstruksi di kota Padang yang tergabung ke dalam Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo) Kota Padang dan menggunakan total sampling atau sampel secara keseluruhan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data subjek. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji asumsi klasik.
Variabel Penelitian
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Kinerja Perusahaan (Y). Sedangkan, yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah Sistem Pengendalian Manajemen (X1) dan Implementasi Manajemen Kualitas (X2). 
Hasil Penelitian
Hasil analisis data penelitian dengan menggunakan uji model yang pertama yaitu uji F menunjukkan hasil sebesar 107,452 yang signifikan pada 0,000. Jadi hitung tabel F > F dengan nilai signifikansi yaitu 0.000 > 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Nilai Adjusted R Square atau uji koefisien determinasimenunjukkan sebesar 0,775. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja perusahaan 77,5% dapat dijelaskan oleh sistem pengendalian manajemen dan implementasi manajemen kualitas. Sedangkan sisanya sebesar 22,5% ditentukan oleh faktor lain yang tidak terdeteksi dalam penelitian ini.
Hasil uji regresi linier berganda menunjukkan nilai konstanta sebesar 2,988 mengindikasikan bahwa: jika variabel independen yaitu Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi Manajemen Kualitas tidak ada atau nol, maka nilai Kinerja Perusahaan adalah sebesar 2,988. Koefisien Sistem Pengendalian Manajemen sebesar 0.301, dimana setiap peningkatan Sistem Pengendalian Manajemen sebesar satu satuan, akan mengakibatkan peningkatan kinerja perusahaan sebesar 0,301 dengan asumsi variabel lain konstan. Koefisien Implementasi Manajemen Kualitas sebesar - 0.028, dimana setiap peningkatan peran Implementasi Manajemen Kualitas sebesar satu satuan, akan mengakibatkan penuruna.
Kesimpulan
Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan sedangkan implementasi Manajemen Kualitas tidak berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan.

Sumber:
ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/download/983/710

TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-11
Judul:
Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi Di BEI
Volume & Halaman:
Vol. 4 - No. 3
Tahun:
Maret 2015
Penulis:
Yohanes Prianto
Tema : 
Manajemen Resiko Keuangan

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja keuangan dalam perusahaan seperti current ratio, total asset turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price earning ratio berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan telekomunikasi dan menganalisis variabel current ratio, total asset turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price earning ratio yang memiliki pengaruh dominan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi.
Metode Penelitian
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 6 perusahaan telekomunikasi dengan periode pengamatan selama tahun 2009 – 2013. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berasal dari Bursa Efek Indonesia dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.
Variabel Penelitian
Variabel dependen: current ratio (CR), total asset turn over (TATO), debt to equity ratio (DER), return on investment (ROI), price earning ratio (PER).
Variabel Indenpenden: Harga Saham
Hasil Penelitian
Penelitian yang dilakukan dengan menggunakan Uji Goodness of Fit atau Uji Kelayakan modal dengan koefisien determinasi menunjukkan hasil R2 sebesar 0,584 atau 58.4%. Sedangkan koefisien korelasi berganda ditunjukkan dengan R2 sebesar 0.764 atau 76.4% yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap harga saham memiliki hubungan yang kuat.

Hasil uji F menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,000, dengan demikian model yang digunakan dalam penelitian layak dan dapat dipergunakan analisis berikutnya.

Hasil uji asumsi klasik, pada uji normalitas tabel One Sample Kolmogrov-Smirnov Test menunjukkan tingkat signifikan sebesar 0,8 (Asymp. Sig > α) yang menunjukkan variabel dalam penelitian ini memenuhi uji normalitas. Lalu pada uji multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel bebas memiliki nilai tolerance mendekati angka 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari angka 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas antar variabel bebas dalam model regresi ini. Sedangkan pada uji autokolerasi menujukkan nilai DW sebesar 1,709, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokolerasi.

Hasil uji regresi linier berganda yang digunakan untuk melakukan pendugaan atau taksiran variasi nilai suatu variabel terikat menunjukan nilai pada masing-masing variabel yaitu: Koefisien regresi current ratio (b1) sebesar 2,295, Koefisien regresi total asset turn over (b2) sebesar 70,450, Koefisien regresi debt to equity ratio (b3) sebesar -0.565, Koefisien regresi return on investment (b4) sebesar 69,810, Koefisien regresi price earning ratio (b5) sebesar -2.696 dan konstanta sebesar 826,866.  

Hasil uji hipotesis dari uji t menunjukan, pengaruh variabel current ratioterhadap perubahan harga saham menunjukkan bahwa nilai t sebesar 0,228 dengan signifikan sebesar 0,822. Untuk variabel debt to equity ratiomenunjukkan nilai t sebesar -0,161 dengan signifikan sebesar 0,874. Sama halnya dengan variabel return on investment dan price earning ratio yang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai t masing-masing sebesar 1,224 dan -0,75 dan nilai signifikansi 0,233 dan 0,46.
Kesimpulan
Hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabilitas variabel perubahan harga saham dapat dijelaskan oleh variabilitas Current Ratio (CR), Total Asset Turn Over (TATO), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER).
Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment(ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat diartikan bahwa Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan atas pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),Return on Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER) tidak mempengaruhi harga saham. Sedangkan variabel Total Asset Turn Over(TATO) berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat diartikan bahwa Total Asset Turn Over dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan atas pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Total Asset Turn Over(TATO) mempengaruhi harga saham.
Melihat dari hasil koefisien determinasi parsial menunjukkan bahwa variabel yang mempunyai pengaruh yang dominan terhadap harga saham adalah Total Asset Turn Over (TATO) yang memiliki nilai koefisien determinasi parsial paling tinggi dibandingkan dengan variabel lainnya menunjukkan kemampuan
perusahaan telekomunikasi dalam menggunakan asset operasional untuk menghasilkan penjualan. Dengan Total Asset Turn Over yang tinggi akan sangat menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan telekomunikasi.

Sumber:



TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA


NAMA KELOMPOK :
ANISAH ZAHRINA MAWADDAH          (21213085)
ELVITA YENTI                                          (22213889)
INDRA KRISTYANTI                                (24213392)
MEYDIANA SURYA PUTRI                    (25213454)
VINA INDRIANI                                         (29213151)


REVIEW JURNAL ke-12
Judul:
PENGARUH TRANSFER PRICING TERHADAP PERENCANAAN PAJAK BAGI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Volume & Halaman:
-
Tahun:
-
Penulis:
Tri Marta Chandraningrum
Tema : 
Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer

Review Jurnal :
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengaruh Trasnsfer Pricing terhadap perencanaan pajak bagi perusahaan multinasional.
Metode Penelitian
 -
Variabel Penelitian
 Variabel dependen : Perencanaan Pajak
Variabel Independen : Transfer Pricing
Hasil Penelitian
Perusahaan multinasional memiliki keunggulan tertentu atas perusahaan yang murni domestic karena fleksibilitas geografis lebih besar dalam menentukan lokasi produksi dan sistem distribusi. Perusahaan multinasional dapat menggunakan transfer pricing yang lebih renah dari arm’ length price untuk tujuan mengefisienkan beban pajak atau menggunakan harga yang lebih tinggi dari arm’s length priceBanyak permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan multinasional dalam perencanaan perpajakannya yang berbeda dengan yurisdiksi pajaknya. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perusahaan multinasional memecah-mecah penghasilan dan biaya yang dialokasikan di berbagai yurisdiksi untuk menghindari adanya pajak berganda, melalui perjanjian penghindaran pajak berganda.
Penghindaran pajak berganda dapat dihindari dengan:
1.      Penghasilan 11 yang dikenakan sebaiknya hanya satu negara saja;
2.      Perhitungan untuk kredit pajak dapat dilakukan dengan pajak yang terutang. Pajak berganda dapat dikurangi dengan banyak berbagai cara melalui kredit pajak (tax credit), perjanjian perpajakan (tax treaties), surga pajak (tax heavens), pengecualian pajak (tax exemption) dan prinsip penangguhan (the deferral principle).

Terdapat dua tujuan dari transfer pricing yaitu performance evaluation dan Optimal Determination of taxes. Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai factor, yaitu apabila suatu Negara mengalami tingkat investasi rendag, maka tariff pajak Negara tersebut juga rendah. Tetapi jika sebuah negara mengalami tingkat investasi yang tinggi, yang dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan badan usaha yang semakin meningkat. Dasar inilah tarif pajak yang ditetapkan di negara yang bersangkutan tinggi.

Menurut perusahaan multinasional, transfer pricing adalah alat yang sering digunakan untuk memobilisasi laba rugi. Sebab akan menjadi dasar pertimbangan untuk memilih metode tersebut karena prinsip tersebut menepatkan perusahaan dari satu grup dalam kondisi yang sama dengan perusahaan yang independen sehingga faktor yang menguntungkan ataupun yang merugikan dapat dihilangkan.
Kesimpulan Penelitian
Praktek transfer pricing dalam perusahaan multinasional ini adalah cara yang bertujuan utuk menekan pajak yang nantinya perusahaan dapat menghemat pajak dengan merelokasikan penghasilan global yang low tax countries dan menggeser bebas dalam jumlah besar ke dalam big tax countries. Pengaruh transfer pricing juga harus memperhatikan undang-undang perpajakan dalam hal menentukan harga transfer.
Terdapat tiga metode yang sering digunakan sebagai dasar penetapan transfer pricing, yaitu:
a.       Penentuan harga transfer atas dasar biaya (Cost Based Transfer pricing);
b.      Penentuan harga transfer atas dasar harga pasar (Market Based-Transfer pricing);
c.       Negosiasi (Negotiated Transfer pricing).
Untuk arm’s length price wajib pajak dengan otorisasi pajak harus melakukan penyesuaian harga tranasfer, yang dikenal dengan kesepakatan transfer pricing. Transfer pricing dilakukan berdasarkan harga pasar yang tidak memiliki implikasi perpajakan, apabila tidak menggunakan harga pasar maka umumnya akan terjadi pemindahan penghasilan. Dengan adanya pemindahan penghasilan tersebut maka pajak yang dibayar secara keselurahan akan lebih rendah. Sehingga, total laba pajak secara keseluruhan akan lebih besar dibanding kalau perusahaan tidak menggunakan transfer pricing

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar