PENALARAN DEDUKTIF
ANALISA PEMBAHASAN
Nama Dosen :
Drs. Budi Santoso.MM
Nama Penyusun : Elvita Yenti
NPM :
22213889
KELAS :
3 EB 23
Fakultas Ekonomi
Jurusan Akuntansi
Universitas Gunadarma
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Yang maha Esa atas berkah
dan rahmatNya sehingga kita dapat menyelesaikan karya ilmiah ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga karya ilmiah saya ini dapat di
pergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam
pendidikan maupun dalam profesi
keguruan.
Harapan saya semoga karya ilmiah ini membantu menambah
pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca , sehingga saya dapat memperbaiki
bentuk maupun isi dari karya ilmiah ini sehingga kedepan dapat lebih baik .
Karya ilmiah ini saya akui masih banyak kekurangan
karena pengalaman yang saya miliki masih sangat kurang. Oleh karena itu saya
harapkan para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun
untuk kesempurnaan karya ilmiah ini.
Bekasi, 08 November 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR.................................................................................................i
DAFTAR
ISI.............................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN..................................................................................1
1.1 Latar Belakang..................................................................................1
1.2 Perumusan Masalah..........................................................................1
1.3 Pembahasan/Pembatasan
Masalah....................................................1
1.4 Tujuan
Penelitian...............................................................................2
1.5 Manfaat
Penelitian.............................................................................2
BAB
II KAJIAN TEORI ATAU TINJAUAN
KEPUSTAKAAN........................3
2.1 Pembahasan Teori..............................................................................3
BAB
III PENUTUP...............................................................................................7
3.1 KESIMPULAN.................................................................................7
3.2 PENUTUP.........................................................................................7
3.3 DAFTAR PUSTAKA........................................................................7
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Penalaran
deduktif adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia untuk
menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya terdapat
kesimpulan yg dapat diambil. Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi
atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.
Simpulan
yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposi tempat menarik
simpulan itu. Proposi tempat merarik simpulan itu disebut premis. Atau dapat
juga di artikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada
suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau
diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang
bersifat lebih khusus.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut
dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi
(consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Kemampuan menalar menyebabkan manusia mampu mengembangkan pengetahuan yang
merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya.
1.2
Perumusan
Masalah
1.
Apakah yang dimaksud dengan penalaran deduktif ?
2.
Ada berapa macam jenis penalaran deduktif ?
1.3
Pembahasan
Penalaran deduktif adalah suatu tahap pemikiran dan pembelajaran manusia
untuk menghubungkan antara data dengan fakta yang ada sehingga pada akhirnya
terdapat kesimpulan yg dapat diambil.
Penalaran deduktif bertolak dari sebuah konklusi atau simpulan yang didapat
dari satu atau lebih pernyataan yang lebih umum.
1.4
Tujuan
Penelitian
1.
Mengetahui definisi penalaran deduktif
2.
Memahami arti penalaran deduktif
3.
Mampu menjelaskan penalaran deduktif
4.
Mengetahui jenis-jenis penalaran deduktif
1.5
Manfaat
Penelitian
1. Untuk menambah wawasan pembaca tentang penalaran deduktif
2. Untuk mengukur seberapa jauh pembaca memahami tentang
penalaran deduktif.
3. Sebagai tempat mengeluarkan
kretifitas seni dalam ilmu
berbahasa.
4. Pengetahuan yang diperoleh, dapat dimanfaatkan kelak dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB 2
Kajian Teori
Pembahasan Teori
Penalaran adalah proses berpikir yang
bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep
dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang
dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan
hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Penalaran Deduktif
Penalaran Deduktif adalah suatu
penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah
diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru
yang bersifat lebih khusus.
Penalaran deduktif bertolak dari sebuah
konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih
umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposi tempat
menarik simpulan itu. Proposi tempat merarik simpulan itu disebut premis. Atau
dapat juga di artikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal
pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau
diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru
yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan
teori, hipotesis, definisi operasional,instrumen dan operasionalisasi. Dengan
kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep
dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian
dilapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan
teori merupakankata kunci untuk memahami suatu gejala.
Ciri-ciri
paragraf berpola deduktif
Penalaran deduktif adalah proses penalaran yang
bertolak dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya umum menuju pernyataan khusus.
Apabila diidentifikasisecara terperinci, paragraf berpola deduktif memiliki
ciri-ciri sebagai berikut :
1. Letak kalimat utama di awal paragraf
2. Diawali dengan pernyataan umum disusul dengan
uraian atau penjelasan khusus
3. Diakhiri dengan penjelasan
Metode-metode
Penalaran Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah
suatu metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk
seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagian yang khusus. Hal ini adalah suatu
sistem penyusunan fakta yang telah diketahui sebelumnya guna mencapai suatu
kesimpulan yang logis. Dalam penalaran deduktif, dilakukan melalui serangkaian
pernyataan yang disebut silogisme dan terdiri atas beberapa unsur yaitu:
1. Dasar pemikiran utama (premis
mayor)
2. Dasar pemikiran kedua (premis
minor)
3. Kesimpulan
Kesalahan
dalam penalaran Deduktif
1. Dalam cara berpikir deduktif kesalahan
yang biasa terjadi ialahkesalahan premis mayor yang tidak dibatasi.
2. Kesalahan term ke empat. Dalam hal ini term tengah
dalam premis minor tidak merupakan bagian dari term mayor pada premis mayor
atau memang tidak ada hubungan antara kedua pernyataan.
3. Kerap kali pula terjadi kesalaha
berupa kesimpulan terlalu luas / kesimpulan lebih luas daripada
premis. Premis mayor partikular dan kesimpulan merupakan universal.
4. Kesalahan deduktif selanjutnya ialah
kesimpulan dari premis-premis negatif.
Pengertian Premis Mayor
dan Premis Minor
Premis mayor adalah pernyataan umum,
sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Proses itu dikenal dengan
istilah silogisme. Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua
proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).
Misalnya : “Semua orang akhirnya akan mati” (premis mayor). Hasan adalah orang
(premis minor). Oleh karena itu, “Hasan akhirnya juga akan mati” (kesimpulan).
Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke yang khusus. Dari
yang abstrak ke yang konkrit. Dari teori ke fakta-fakta.
Jenis jenis Penalaran
Deduktif
1.
Silogisme
Merupakan suatu cara penalaran yang formal.Penalaran
dalam bentuk ini jarang ditemukan/dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita
lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar.
Misalnya ucapan “Ia dihukum karena melanggar peraturan “X”
a.
Silogisme Katagorik
Silogisme
Katagorik adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan katagorik. Proposisi
yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan
dengan premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (
premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan diantara kedua premis
tersebut adalah term penengah (middle term).
b.
Silogisme Hipotetik
Silogisme
Hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik,
sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik.
c. Silogisme Disyungtif
Silogisme
Disyungtif adalah silogisme yang premis mayornya keputusan disyungtif sedangkan
premis minornya kategorik yang mengakui atau mengingkari salah satu alternatif
yang disebut oleh premis mayor.Seperti pada silogisme hipotetik istilah premis
mayor dan premis minor adalah secara analog bukan yang semestinya
2. Premis
pernyataan yang digunakan sebagai
dasar penarikan kesimpulan.Kemudian premis dapat dibedakan dengan premis mayor
(premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya
menjadi subjek). Contohnya : Semua Tanaman membutuhkan air. Akasia adalah
tanaman. Akasia membutuhkan air.
3. Entimen
penalaran deduksi secara langsung dan dapat dikatakan pula silogisme
premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama-sama diketahui.
Contoh : Siswa teladan ialah siswa yang selalu mematuhi peraturan di sekolah.
Mirabela adalah siswa teladan. Mirabela tidak mungkin tidak mematuhi peraturan
di sekolah.
4. Proposisi
kalimat
logika yang merupakan pernyataan tentang antara dua atau beberapa hal yang
dapat dinilai benar atau salah. Proposisi merupakan suatu kegiatan rohani baik
menyuguhkan atau mengingkari. Contohnya : Proposisi yang menyuguhkan “Semua
orang Negro hitam” dan proposisi yang mengingkarinya “Semua orang Negro tidak
hitam”.
5. Term
suatu kata atau kelompok kata yang menempati subjek
(S) dan predikat (P). Tidak semua kata adalah term , meskipun setiap term itu
adalah kata atau kumpulan kata pada dirinya sendiri merupakan ekspresi verbal
dari pengertian, dan bahwa tidak semua kata pada dirinya sendiri sebagai subyek
atau predikat didalam suatu proposisi. Contohnya : Orangtua asuh, Pecinta Alam.
Binatang
BAB 3
Penutup
3.1 Kesimpulan
Penalaran adalah proses berpikir yang
bertolak dari pengamatan indera(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep
dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang
dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis(antesedens) dan
hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence).
Penalaran deduktif bertolak dari sebuah
konklusi atau simpulan yang didapat dari satu atau lebih pernyataan yang lebih
umum. Simpulan yang diperoleh tidak mungkin lebih umum dari pada proposi tempat
menarik simpulan itu. Proposi tempat merarik simpulan itu disebut premis. Atau
dapat juga di artikan penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal
pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau
diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru
yang bersifat lebih khusus.
3.2 Penutup
Sekian Karya
Tulis kami mengenai penalaran Deduktif, semoga karya Tulis kami ini menambah
wawasan para pembaca, apabila karya Tulis kami mengalami kekurangan atau
kesalahan kata maupun kalimat kami harapkan sebuah kritikan untuk
menyempurnakan karya Tulis kami. Terimakasih Atas perhatiannya.
3.3 Daftar
Pustaka :
Ahmadi,
H.Abu . 1998 . psikologi Umum . jakarta : PT Rineka Cipta
Ambarwati,
Sri Bahasa Indonesia untuk SMA / MA kelas X semester genap. Klaten ,
Jawa Tengah : CV Viva Pakarindo
Arifin, Zaenal, E. dan S.Amran Tasai.2009.Cermat Berbahasa Indonesia untuk
Perguruan Tinggi.Jakarta: Akademika Pressindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar