TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA
NAMA
KELOMPOK :
ANISAH
ZAHRINA MAWADDAH (21213085)
ELVITA YENTI (22213889)
INDRA
KRISTYANTI (24213392)
MEYDIANA
SURYA PUTRI (25213454)
VINA
INDRIANI (29213151)
REVIEW JURNAL ke-10
Judul:
Pengaruh
Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi Manajemen Kualitas Terhadap
Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Konstruksi di Kota Padang)
Volume
& Halaman:
-
Tahun:
Juli 2013
Penulis:
Gani Abdel Majed
Tema
:
Perencanaan dan Pengendalian Manajerial
Review Jurnal :
|
Tujuan
Penelitian
|
Tujuan penelitian ini antara lain untuk mendapatkan bukti
empiris tentang pengaruh yang signifikan antara sistem pengendalian manajemen
terhadap kinerja perusahaan serta untuk mendapatkan bukti empiris tentang
pengaruh yang signifikan antara implementasi manajemen kualitas terhadap
kinerja perusahaan.
|
|
Metode
Penelitian
|
Penelitian
ini tergolong kepada penelitian kausatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan konstruksi di kota Padang yang
tergabung ke dalam Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia
(Gapeksindo) Kota Padang dan menggunakan total sampling atau
sampel secara keseluruhan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data
subjek. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan uji asumsi
klasik.
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel
terikat dalam penelitian ini adalah Kinerja Perusahaan (Y). Sedangkan, yang
menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah Sistem Pengendalian
Manajemen (X1) dan Implementasi Manajemen Kualitas (X2).
|
|
Hasil Penelitian
|
Hasil
analisis data penelitian
dengan menggunakan uji model yang pertama yaitu
uji F menunjukkan hasil sebesar 107,452 yang signifikan pada 0,000. Jadi
hitung tabel F > F dengan nilai signifikansi yaitu 0.000 > 0.05. Hal
ini menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
Nilai Adjusted
R Square atau uji koefisien determinasimenunjukkan sebesar 0,775.
Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja perusahaan 77,5% dapat dijelaskan oleh
sistem pengendalian manajemen dan implementasi manajemen kualitas. Sedangkan
sisanya sebesar 22,5% ditentukan oleh faktor lain yang tidak terdeteksi dalam
penelitian ini.
Hasil uji regresi linier berganda
menunjukkan nilai konstanta sebesar 2,988 mengindikasikan bahwa: jika
variabel independen yaitu Sistem Pengendalian Manajemen dan Implementasi
Manajemen Kualitas tidak ada atau nol, maka nilai Kinerja Perusahaan adalah
sebesar 2,988. Koefisien Sistem Pengendalian Manajemen sebesar 0.301, dimana
setiap peningkatan Sistem Pengendalian Manajemen sebesar satu satuan, akan
mengakibatkan peningkatan kinerja perusahaan sebesar 0,301 dengan asumsi
variabel lain konstan. Koefisien Implementasi Manajemen Kualitas sebesar -
0.028, dimana setiap peningkatan peran Implementasi Manajemen Kualitas
sebesar satu satuan, akan mengakibatkan penuruna.
|
|
Kesimpulan
|
Sistem Pengendalian Manajemen berpengaruh signifikan positif
terhadap kinerja perusahaan sedangkan implementasi Manajemen Kualitas tidak
berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja perusahaan.
|
Sumber:
ejournal.unp.ac.id/students/index.php/akt/article/download/983/710
TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA
NAMA
KELOMPOK :
ANISAH
ZAHRINA MAWADDAH (21213085)
ELVITA
YENTI (22213889)
INDRA
KRISTYANTI (24213392)
MEYDIANA
SURYA PUTRI (25213454)
VINA
INDRIANI (29213151)
REVIEW JURNAL ke-11
Judul:
Pengaruh
Kinerja Keuangan Terhadap Perubahan Harga Saham Pada Perusahaan Telekomunikasi
Di BEI
Volume
& Halaman:
Vol.
4 - No. 3
Tahun:
Maret
2015
Penulis:
Yohanes Prianto
Tema
:
Manajemen Resiko Keuangan
Review Jurnal :
|
Tujuan
Penelitian
|
Penelitian
ini bertujuan untuk menguji kinerja keuangan dalam perusahaan seperti current
ratio, total asset turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price
earning ratio berpengaruh terhadap perubahan harga saham perusahaan
telekomunikasi dan menganalisis variabel current ratio, total asset
turn over, debt to equity ratio, return on investment dan price
earning ratio yang memiliki pengaruh dominan terhadap perubahan
harga saham pada perusahaan telekomunikasi.
|
|
Metode
Penelitian
|
Pengambilan
sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 6 perusahaan telekomunikasi dengan periode
pengamatan selama tahun 2009 – 2013. Sumber data sekunder dalam penelitian
ini berasal dari Bursa Efek Indonesia dengan teknik analisis data menggunakan
analisis regresi linier berganda.
|
|
Variabel
Penelitian
|
Variabel
dependen: current ratio (CR), total asset turn
over (TATO), debt to equity ratio (DER), return on
investment (ROI), price earning ratio (PER).
Variabel
Indenpenden: Harga Saham
|
|
Hasil
Penelitian
|
Penelitian
yang dilakukan dengan menggunakan Uji
Goodness of Fit atau Uji Kelayakan modal dengan koefisien determinasi
menunjukkan hasil R2 sebesar 0,584 atau 58.4%. Sedangkan koefisien korelasi
berganda ditunjukkan dengan R2 sebesar 0.764 atau 76.4% yang berarti bahwa
korelasi atau hubungan antara variabel bebas secara bersama-sama terhadap
harga saham memiliki hubungan yang kuat.
Hasil
uji F menunjukkan tingkat signifikansi sebesar 0,000, dengan demikian model
yang digunakan dalam penelitian layak dan dapat dipergunakan analisis
berikutnya.
Hasil
uji asumsi klasik, pada uji normalitas tabel One Sample Kolmogrov-Smirnov
Test menunjukkan tingkat signifikan sebesar 0,8 (Asymp. Sig > α) yang
menunjukkan variabel dalam penelitian ini memenuhi uji normalitas. Lalu pada
uji multikolinearitas menunjukkan bahwa variabel bebas memiliki nilai
tolerance mendekati angka 1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang
dari angka 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas
antar variabel bebas dalam model regresi ini. Sedangkan pada uji autokolerasi
menujukkan nilai DW sebesar 1,709, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa
tidak terjadi autokolerasi.
Hasil
uji regresi linier berganda yang digunakan untuk melakukan pendugaan atau
taksiran variasi nilai suatu variabel terikat menunjukan nilai pada
masing-masing variabel yaitu: Koefisien regresi current ratio (b1)
sebesar 2,295, Koefisien regresi total asset turn over (b2)
sebesar 70,450, Koefisien regresi debt to equity ratio (b3)
sebesar -0.565, Koefisien regresi return on investment (b4)
sebesar 69,810, Koefisien regresi price earning ratio (b5)
sebesar -2.696 dan konstanta sebesar 826,866.
Hasil
uji hipotesis dari uji t menunjukan, pengaruh variabel current ratioterhadap
perubahan harga saham menunjukkan bahwa nilai t sebesar 0,228 dengan
signifikan sebesar 0,822. Untuk variabel debt to equity ratiomenunjukkan
nilai t sebesar -0,161 dengan signifikan sebesar 0,874. Sama halnya dengan
variabel return on investment dan price earning
ratio yang secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap
harga saham dengan nilai t masing-masing sebesar 1,224
dan -0,75 dan nilai signifikansi 0,233 dan 0,46.
|
|
Kesimpulan
|
Hasil
perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa
variabilitas variabel perubahan harga saham dapat dijelaskan oleh
variabilitas Current Ratio (CR), Total Asset Turn
Over (TATO), Debt to Equity Ratio (DER), Return on Investment (ROI), dan Price
Earning Ratio (PER).
Current
Ratio (CR), Debt to Equity
Ratio (DER), Return on Investment(ROI), dan Price
Earning Ratio (PER) tidak berpengaruh terhadap perubahan harga saham
pada perusahaan telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat
diartikan bahwa Current Ratio (CR), Debt to Equity
Ratio (DER),Return on Investment (ROI), dan Price
Earning Ratio (PER) tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk
menentukan atas pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Current
Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER),Return on
Investment (ROI), dan Price Earning Ratio (PER)
tidak mempengaruhi harga saham. Sedangkan variabel Total Asset Turn
Over(TATO) berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan
telekomunikasi di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat diartikan bahwa Total
Asset Turn Over dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan atas
pertimbangan dalam pembelian saham sehingga Total Asset Turn Over(TATO)
mempengaruhi harga saham.
Melihat
dari hasil koefisien determinasi parsial menunjukkan bahwa variabel yang
mempunyai pengaruh yang dominan terhadap harga saham adalah Total Asset Turn
Over (TATO) yang memiliki nilai koefisien determinasi parsial paling tinggi
dibandingkan dengan variabel lainnya menunjukkan kemampuan
perusahaan
telekomunikasi dalam menggunakan asset operasional untuk menghasilkan
penjualan. Dengan Total Asset Turn Over yang tinggi akan sangat menarik para
investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan telekomunikasi.
|
Sumber:
TUGAS SOFTSKILL
AKUNTANSI INTERNASIONAL
UNIVERSITAS GUNADARMA
NAMA
KELOMPOK :
ANISAH
ZAHRINA MAWADDAH (21213085)
ELVITA
YENTI (22213889)
INDRA
KRISTYANTI (24213392)
MEYDIANA
SURYA PUTRI (25213454)
VINA
INDRIANI (29213151)
REVIEW JURNAL ke-12
Judul:
PENGARUH TRANSFER PRICING TERHADAP PERENCANAAN
PAJAK BAGI PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Volume
& Halaman:
-
Tahun:
-
Penulis:
Tri Marta Chandraningrum
Tema
:
Perpajakan Internasional dan Penetapan Harga Transfer
Review Jurnal :
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk mengetahui pengaruh Trasnsfer
Pricing terhadap perencanaan pajak bagi perusahaan multinasional.
|
|
Metode Penelitian
|
-
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel dependen : Perencanaan Pajak
Variabel Independen : Transfer Pricing
|
|
Hasil Penelitian
|
Perusahaan multinasional memiliki keunggulan tertentu atas
perusahaan yang murni domestic karena fleksibilitas geografis lebih besar
dalam menentukan lokasi produksi dan sistem distribusi. Perusahaan
multinasional dapat menggunakan transfer
pricing yang lebih renah dari arm’
length price untuk tujuan mengefisienkan beban pajak atau menggunakan
harga yang lebih tinggi dari arm’s
length price. Banyak
permasalahan yang sering dihadapi oleh perusahaan multinasional dalam
perencanaan perpajakannya yang berbeda dengan yurisdiksi pajaknya. Solusi
untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah perusahaan multinasional
memecah-mecah penghasilan dan biaya yang dialokasikan di berbagai yurisdiksi
untuk menghindari adanya pajak berganda, melalui perjanjian penghindaran pajak
berganda.
Penghindaran
pajak berganda dapat dihindari dengan:
1. Penghasilan 11 yang dikenakan
sebaiknya hanya satu negara saja;
2. Perhitungan untuk kredit pajak
dapat dilakukan dengan pajak yang terutang. Pajak berganda dapat dikurangi
dengan banyak berbagai cara melalui kredit pajak (tax credit), perjanjian perpajakan (tax treaties), surga pajak (tax
heavens), pengecualian pajak (tax
exemption) dan prinsip penangguhan (the
deferral principle).
Terdapat
dua tujuan dari transfer pricing
yaitu performance evaluation dan Optimal Determination of taxes.
Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai factor, yaitu apabila suatu
Negara mengalami tingkat investasi rendag, maka tariff pajak Negara tersebut
juga rendah. Tetapi jika sebuah negara mengalami tingkat investasi yang
tinggi, yang dibuktikan dengan tingkat pertumbuhan badan usaha yang semakin
meningkat. Dasar inilah tarif pajak yang ditetapkan di negara yang
bersangkutan tinggi.
Menurut
perusahaan multinasional, transfer
pricing adalah alat yang sering digunakan untuk memobilisasi laba rugi.
Sebab akan menjadi dasar pertimbangan untuk memilih metode tersebut karena
prinsip tersebut menepatkan perusahaan dari satu grup dalam kondisi yang sama
dengan perusahaan yang independen sehingga faktor yang menguntungkan ataupun
yang merugikan dapat dihilangkan.
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Praktek transfer pricing
dalam perusahaan multinasional ini adalah cara yang bertujuan utuk menekan
pajak yang nantinya perusahaan dapat menghemat pajak dengan merelokasikan penghasilan
global yang low tax countries dan
menggeser bebas dalam jumlah besar ke dalam big tax countries. Pengaruh transfer
pricing juga harus memperhatikan undang-undang perpajakan dalam hal
menentukan harga transfer.
Terdapat
tiga metode yang sering digunakan sebagai dasar penetapan transfer pricing,
yaitu:
a.
Penentuan
harga transfer atas dasar biaya (Cost
Based Transfer pricing);
b.
Penentuan
harga transfer atas dasar harga pasar (Market
Based-Transfer pricing);
c.
Negosiasi
(Negotiated Transfer pricing).
Untuk
arm’s length price wajib pajak
dengan otorisasi pajak harus melakukan penyesuaian harga tranasfer, yang
dikenal dengan kesepakatan transfer
pricing. Transfer pricing dilakukan berdasarkan harga pasar yang tidak
memiliki implikasi perpajakan, apabila tidak menggunakan harga pasar maka
umumnya akan terjadi pemindahan penghasilan. Dengan adanya pemindahan
penghasilan tersebut maka pajak yang dibayar secara keselurahan akan lebih
rendah. Sehingga, total laba pajak secara keseluruhan akan lebih besar dibanding
kalau perusahaan tidak menggunakan transfer
pricing.
|
Sumber: